Tag Archives: yang
Maintain caught Chicken, Oxford University Student Fined
ENGLAND – The University of Oxford reprimanding a student for raising chickens caught in his dorm room. The college provides a fine of 78.07 pounds, or approximately Rp 1 million for holding a bale of straw in his room.
While other students punished for throwing eggs, littering the room and even make a noise that make their neighbors can not sleep.
Recently, the deans who felt annoyed by bad behavior of students fined approximately 30 thousand pounds, equivalent to Rp 4 billion annually, and hundreds of hours working on community service for these students. It is quoted from the Daily Mail website on Friday (27/05/2011).
Anak Buruh Tani Dari Bantul Juara UAN Se-Indonesia
Sambudi, 57, buruh tani asal Gandekan, Guwosari, Pajangan, Bantul, bagai linglung saat diberi tahu putri bungsunya Atik Fajaryani, lulus Ujian Akhir Nasional (UAN) SMK dengan nilai akhir tertinggi se-Indonesia. Laki-laki tua itu tak dapat berkata-kata, antara kaget, haru dan emosi bercampur jadi satu.
Buah dari prestasi Atik, sebuah bank pagi-pagi betul sudah menelepon menawarkan beasiswa. Istimewanya lagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono rencananya akan mengumumkan sendiri prestasi pelajar SMKN 1 Bantul itu.
Wajah Sambudi nyaris mengeluarkan air mata saat sejumlah wartawan menemuinya untuk sesi wawancara di sekolah putrinya, Senin (16/5). Lelaki dengan garis wajah mulai keriput itu rupanya baru tahu bahwa anak bungsunya mengukir prestasi gemilang. Namun, rona haru dan bahagia tak tak dapat disembunyikannya. Sambudi bahkan tampak gemetar saat bersalaman dengan wartawan serta saat berfoto bersama Kepala SMKN 1 Bantul, Endang Suryaningsih. “Saya nggak tahu [Atik lulus dengan nilai tertinggi],” tutur Sambudi, singkat, seolah kehabisan kata-kata.
Atik Fajaryani, 17, anak keempat Sambudi lulus dengan nilai rata-rata yang tinggi, mencapai 9,60. Prestasi itu menempatkannya sebagai siswa SMK dengan nilai tertinggi se-Indonesia. Dua mata pelajaran di UAN yakni Matematika dan Bahasa Inggris bahkan diraih Atik dengan angka 10.
Atik kepada wartawan menuturkan tak pernah membayangkan Senin itu menjadi hari bersejarah dalam hidupnya. Menurutnya ia termasuk pelajar yang tak terlalu berambisi tinggi dalam belajar dan meraih juara. Meski anak terakhir dari empat bersaudara itu kerap menjadi peringkat pertama di kelasnya sejak SMP.
“Di rumah biasa saja, kadang belajar kadang nggak. Cuma kalau di sekolah kuncinya saya benar-benar berkonsentrasi mendengarkan penjelasan guru. Kalau di rumah nggak begitu bisa konsentrasi belajar, jadi di sekolah harus [konsentrasi],” tutur gadis yang 13 Juni nanti menginjak usia ke 18.
Atik sendiri mengaku baru tahu dirinya meraih nilai UAN tertinggi se-nasional saat dipanggil kepala sekolah untuk diwawancarai wartawan. Sebentar lagi harapannya bakal menjadi kenyataan, bisa melanjutkan kuliah di jurusan ilmu akuntansi murni di salah satu universitas negeri di Jogja, dengan modal beasiswa seperti yang ia cita-citakan. “Saya nggak bercita-cita kuliah, kecuali kalau lolos beasiswa baru kuliah,” ujarnya polos.
Adalah Kepala SMKN 1 Bantul, Endang Suryaningish, yang kerepotan lantaran sejak Senin (16/5) pagi mendapat telepon dari berbagai instansi dari swasta hingga pemerintah. Pagi-pagi sekali katanya, sebuah bank di Jakarta meneleponnya, menawarkan beasiswa kepada Atik. Siangnya, asisten Menteri Pendidikan menelepon lagi, bahwa presiden bakal mengumumkan prestasi yang diraih siswanya itu. “Tadi pagi-pagi sekali orang bank di Jakarta sudah menelepon saya mau memberi beasiwa. Mungkin mereka cari di internet gitu ya, siapa juara nasional untuk lulusan SMK,” katanya.
Bersekolah di perguruan tinggi (PT) dan tak mengikuti jejaknya menjadi buruh tani merupakan harapan Sambudi. Apalagi kata dia, Atik selama ini harus berjuang sekolah dengan biaya seadanya. Setiap hari bolak-balik dari rumahnya di Dusun Gandekan, Guwosari, Pajangan ke sekolahnya di wilayah, Sabdodadi, Bantul yang berjarak sekitar enam kilo meter. Kadang menggunakan sepeda motor, kadang sepeda onthel saja.
Penghasilan ayahnya sebagai buruh tani pun tak mampu memberi uang jajan untuk Atik dan saudara-saudaranya. “Sekali kasih Rp5.000, itu seminggu paling hanya dua sampai tiga kali saya kasih untuk uang bensin. Kalau uang jajan nggak ada, karena bawa bekal dari rumah,” tutur Sambudi.
Scholar in England No Mahir Basic Capabilities
SOME of the young people in England graduated high school or college without adequate basic skills. This is a survey of 566 business leaders in Britain, which joined the Confederation of British Industry (CBI).
The survey showed that four out of 10 companies claim to be unhappy with the ability of young people with English, while 35 percent bemoaned their numeracy skills, such as quoted by the BBC on Tuesday (10/05/2011).
A Transgender Student Denied So the Military Advocate
UNITED STATES – A student of Harvard Law School denied admission Military Advocate General Corps (Judge Advocate General / JAG) because of the transsexual. Although there have been providing services to the U.S. military (U.S.) in the past, the student named Jack K, judged ineligible.
Jack, who was dismissed in respect of the military in 2007 because of fear it would become victims of discrimination in the workplace, have undergone sex-change surgery after breast removal surgery.












